Rabu, 05 Oktober 2011 10:30 WIB
Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah mengalami kenaikan untuk pertama kalinya dalam empat hari belakangan (05/10). Harga minyak mentah menguat di tengah turunnya pasokan di AS minggu lalu, seperti yang dilaporkan oleh API. Penurunan pasokan ini merupakan indikasi bahwa konsumsi bahan bakar di AS masih cukup tinggi sehingga menurunkan kekhawatiran mengenai kemungkinan penurunan permintaan.
Harga minyak mentah terangkat setelah selama tiga hari berturut-turut sebelumnya membukukan penurunan sebesar 8%. Pasokan minyak mentah mengalami penurunan sebesar 3.07 juta barel minggu lalu, menurut data dari API. Laporan resmi dari Departemen Energi baru akau diumumkan nanti malam dan diperkirakan akan menunjukkan kenaikan pasokan sebesar 1.5 juta barel.
Harga minyak mentah WTI Nymex untuk kontrak pengiriman bulan November tampak mengalami peningkatan signifikan sebesar 1.56 dolar (3.7%) dan ditransaksikan pada posisi 78.46 dolar per barel. Harga komoditas ini pada penutupan perdagangan dini hari tadi mengalami penurunan sebesar 2.5% di posisi 75.67 dolar per barel yang sekaligus merupakan level penutupan terendah sejak tanggal 23 September 2010.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah akan cenderung masih mengikuti progress penyelesaian krisis keuangan di Eropa. Sementara itu faktor fundamental juga turut memegang peranan penting dalam menentukan arah pergerakan komoditas. Minyak mentah akan menemui level support – resistance pada kisaran 72 – 80 dolar.
Tuesday, October 4, 2011
Kakao ICE dan NYSE Menguat; Sebagian Besar Komoditas Lunak Rebound
Rabu, 05 Oktober 2011 10:00 WIB
Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga kakao terpantau mengalami rebound (05/10). Harga komoditas ini bergerak rebound setelah mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut. Penurunan tersebut cukup signifikan sehingga pasar kembali melakukan bargain hunting setelah menilai bahwa penurunan yang terjadi sebelumnya terlalu berlebihan.
Harga komoditas lunak sebagian besar mengalami kenaikan, terkecuali gula berjangka yang memiliki keterkaitan erat dengan pergerakan harga minyak mentah. Meskipun sentiment secara umum masih bearish, akan tetapi tampaknya untuk tadi malam para pelaku pasar mulai kembali melakukan pembelian setelah harga turun cukup jauh.
Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember tampak mengalami kenaikan yang cukup baik yaitu sebesar 17 dolar (0.66%) dan ditutup pada posisi 2592 dolar per ton. Di bursa NYSE harga kakao berjangka terpantau mengalami kenaikan sebesar 19 poundsterling (1.13%) di posisi 1706 poundsterling per ton.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga kakao akan cenderung masih mengikuti progress penyelesaian krisis keuangan di Eropa. Sementara itu faktor fundamental juga turut memegang peranan penting dalam menentukan arah pergerakan komoditas. Harga kakao akan menemui level support – resistance pada kisaran 2600 -2700 dolar.
Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga kakao terpantau mengalami rebound (05/10). Harga komoditas ini bergerak rebound setelah mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut. Penurunan tersebut cukup signifikan sehingga pasar kembali melakukan bargain hunting setelah menilai bahwa penurunan yang terjadi sebelumnya terlalu berlebihan.
Harga komoditas lunak sebagian besar mengalami kenaikan, terkecuali gula berjangka yang memiliki keterkaitan erat dengan pergerakan harga minyak mentah. Meskipun sentiment secara umum masih bearish, akan tetapi tampaknya untuk tadi malam para pelaku pasar mulai kembali melakukan pembelian setelah harga turun cukup jauh.
Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember tampak mengalami kenaikan yang cukup baik yaitu sebesar 17 dolar (0.66%) dan ditutup pada posisi 2592 dolar per ton. Di bursa NYSE harga kakao berjangka terpantau mengalami kenaikan sebesar 19 poundsterling (1.13%) di posisi 1706 poundsterling per ton.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga kakao akan cenderung masih mengikuti progress penyelesaian krisis keuangan di Eropa. Sementara itu faktor fundamental juga turut memegang peranan penting dalam menentukan arah pergerakan komoditas. Harga kakao akan menemui level support – resistance pada kisaran 2600 -2700 dolar.
Harga Kopi Arabika Terangkat oleh Aksi Bargain Hunting Para Investor
Rabu, 05 Oktober 2011 09:45 WIB
Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga kopi arabika terpantau mengalami rebound (05/10). Harga komoditas ini bergerak rebound setelah mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut. Penurunan tersebut cukup signifikan sehingga pasar kembali melakukan bargain hunting setelah menilai bahwa penurunan yang terjadi sebelumnya terlalu berlebihan.
Harga komoditas lunak sebagian besar mengalami kenaikan, terkecuali gula berjangka yang memiliki keterkaitan erat dengan pergerakan harga minyak mentah. Meskipun sentiment secara umum masih bearish, akan tetapi tampaknya untuk tadi malam para pelaku pasar mulai kembali melakukan pembelian setelah harga turun cukup jauh.
Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kopi arabika berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember tampak mengalami kenaikan yang cukup baik. Harga kopi arabika berjangka yang merupakan kontrak paling aktif ini membukukan peningkatan sebesar 3.1 sen (1.39%) dan ditutup pada posisi 2.2655 dolar per pon.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga kopi arabika akan cenderung masih mengikuti progress penyelesaian krisis keuangan di Eropa. Sementara itu faktor fundamental juga turut memegang peranan penting dalam menentukan arah pergerakan komoditas. kopi arabika akan menemui level support – resistance pada kisaran 2.2 – 2.5 dolar.
Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga kopi arabika terpantau mengalami rebound (05/10). Harga komoditas ini bergerak rebound setelah mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut. Penurunan tersebut cukup signifikan sehingga pasar kembali melakukan bargain hunting setelah menilai bahwa penurunan yang terjadi sebelumnya terlalu berlebihan.
Harga komoditas lunak sebagian besar mengalami kenaikan, terkecuali gula berjangka yang memiliki keterkaitan erat dengan pergerakan harga minyak mentah. Meskipun sentiment secara umum masih bearish, akan tetapi tampaknya untuk tadi malam para pelaku pasar mulai kembali melakukan pembelian setelah harga turun cukup jauh.
Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kopi arabika berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember tampak mengalami kenaikan yang cukup baik. Harga kopi arabika berjangka yang merupakan kontrak paling aktif ini membukukan peningkatan sebesar 3.1 sen (1.39%) dan ditutup pada posisi 2.2655 dolar per pon.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga kopi arabika akan cenderung masih mengikuti progress penyelesaian krisis keuangan di Eropa. Sementara itu faktor fundamental juga turut memegang peranan penting dalam menentukan arah pergerakan komoditas. kopi arabika akan menemui level support – resistance pada kisaran 2.2 – 2.5 dolar.
Minyak Makin Turun, Sentuh Kisaran $75
Selasa, 04 Oktober 2011 15:58 WIB
Pergerakan harga minyak mentah untuk perdagangan sore hari ini (4/10) terpantau mengalami penurunan. Melemahnya pergerakan minyak dipicu oleh adanya laporan pemotongan prediksi harga minyak oleh Goldman Sachs menjadi 120 dollar per barel untuk minyak mentah jenis Brent pada tahun 2012 setelah sebelumnya diprediksi 130 dollar per barel.
Sedangkan disaat yang bersamaan spekulasi persediaan minyak mentah AS untuk pekan lalu diprediksi mengalami kenaikan sebesar 1,9 juta barel. Kepastian mengenai data tersebut akan dirilis esok hari.
Minyak mentah berjangka melemah 1,69 dollar menjadi 75,92 dollar per barel dan minyak mentah jenis Brent melemah 0,3% menjadi 101,4 dollar per barel.
Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan harga minyak mentah diperkirakan akan masih berpeluang tertekan di level support sebesar 75,87 dollar per barel dan level resistant sebesar 77,28 dollar per barel.
Pergerakan harga minyak mentah untuk perdagangan sore hari ini (4/10) terpantau mengalami penurunan. Melemahnya pergerakan minyak dipicu oleh adanya laporan pemotongan prediksi harga minyak oleh Goldman Sachs menjadi 120 dollar per barel untuk minyak mentah jenis Brent pada tahun 2012 setelah sebelumnya diprediksi 130 dollar per barel.
Sedangkan disaat yang bersamaan spekulasi persediaan minyak mentah AS untuk pekan lalu diprediksi mengalami kenaikan sebesar 1,9 juta barel. Kepastian mengenai data tersebut akan dirilis esok hari.
Minyak mentah berjangka melemah 1,69 dollar menjadi 75,92 dollar per barel dan minyak mentah jenis Brent melemah 0,3% menjadi 101,4 dollar per barel.
Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan harga minyak mentah diperkirakan akan masih berpeluang tertekan di level support sebesar 75,87 dollar per barel dan level resistant sebesar 77,28 dollar per barel.
Subscribe to:
Posts (Atom)