Sunday, November 15, 2009

Pembangunan Perumahan Perlu Didukung "Bank Tanah"

(Vibiznews - Property) - Pengamat sektor perumahan, Maruhum Batubara mengatakan bahwa pemerintah sebaiknya membuat bank tanah (land banking) untuk penyediaan lahan guna mendorong pembangunan perumahan.

"Itu bisa memicu percepatan penyediaan perumahan dan pembangunan proyek-proyek infrastruktur domestik. Sebab hampir sebagian besar kendala di kedua hal ini adalah masalah ketersediaan tanah. Nah, itu yang bisa mengatasinya," katanya sewaktu ditemui di Gedung Bappenas Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, bank tanah tersebut nantinya sebaiknya berbentuk Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD). Sementara investor atau penanam modalnya berasal pemerintah daerah yang mengalokasikan lahannya. Menurut dia, dengan bank tanah tersebut, maka kebutuhan lahan untuk perumahan sewaktu-waktu dapat dipenuhi.

Ia mencatat, dari target pembangunan 120 tower rumah susun milik (rusunami) di sepanjang kawasan Jabodetabek, Bandung Raya, Gerbang Kertosusilo, Makassar, dan Batam sepanjang tahun ini masih banyak menemui kendala.

Menurut dia, terutama terkendala keterbatasan lahan, selain masalah dukungan pemerintah daerah dan tingginya biaya pembangunan.

Menurut dia, pemerintah selama ini lebih banyak mengandalkan lahan-lahan milik instansi negara dalam penyediaan perumahan rakyat. Beberapa diantaranya seperti Departemen Sosial dan beberapa perusahaan BUMN. Menurut dia, hal ini tidak memadai.

Ia mengatakan, pembentukan bank tanah mendorong secara signifikan percepatan pembangunan perumahan dan pembangunan fasilitas infrastruktur di dalam negeri.

Hal ini menurut dia berrdasarkan pengalaman beberapa negara seperti Jepang, Singapura, Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat, kecepatan penyediaan perumahan dan fasilitas infrastruktur didukung oleh peran land banking.

sumber: vibiznews.com

Tuesday, October 27, 2009

Harga Emas Naik Setelah Anjlok Malam Tadi

(VibiznewsCommodity) – Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini tampak harga emas berjangka mengalami pergerakan yang cenderung stabil stabil dari penutupan perdagangannya dini hari tadi (23/10). Harga emas masih bergerak di kisaran 1040-an dolar pertroy ons setelah pada perdagangan sebelumnya membukukan penurunan yang cukup signifikan.

Harga emas pada perdagangan hari ini cenderung tampak berada dalam fase konsolidasi. Harga emas bergerak konsolidasi setelah membukukan penurunan tajam pada penutupan perdagangan malam tadi. Hari ini tampak nilai tukar dolar cenderung mengalami kenaikan. Sementara itu minimnya pembelian fisik emas juga turut memperlambat rally yang sempat terjadi.

Pada perdagangan hari ini harga emas spot tampak mengalami peningkatan sebesar 0.4% dan diperdagangkan pada harga 1041.60 dolar per troy ons. Sementara itu harga emas berjangka untuk kontrak bulan Desember tampak membukukan penurunan sebesar 40 sen dari posisi penutupan dan saat ini dperdagangkan pada posisi 1042.40 dolar per troy ons.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa kondisi harga emas saat ini akan cenderung berkonsolidasi. setelah mencapai rekor tertingginya kemungkinan emas akan cenderung koreksi sebentar sebelum kembali menentukan arah. Untuk sementara emas masih akan menemui resisitance di level 1075 dolar. Support akan ditemui di posisi 1000 dolar.

sumber : http://vibiznews.com

Tuesday, October 13, 2009

OPEC Naikkan Proyeksi Konsumsi, Minyak Melesat

(VibiznewsCommodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi tampak harga minyak mentah mengalami peningkatan yang signifikan (14/10). Harga minyak mentah menguat setelah OPEC meningkatkan proyeksi konsumsi minyak mentah global untuk tahun 2010 mendatang. Sementara itu masih melemahnya dolar AS turut menjadi “bensin” yang membakar trend menguat harga minyak mentah.

Pada perdagangan malam tadi harga minyak mentah berjangka Nymex tampak membukukan kenaikan sebesar 1.2% setelah OPEC menaikkan proyeksi konsumsi minyak mentah global di tahun 2010. Sementara itu tampak dolar AS makin melempem terhadap euro dan mengalami penurunan ke level terendahnya sejak bulan Agustus 2008.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi tampak harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan November mengalami peningkatan sebesar 88 sen dan ditutup pada posisi 74.15 dolar per barel. Harga penutupan minyak mentah ini adalah yang terbesar sejak tanggal 24 Agustus lalu. Sejak awal tahun lalu harga minyak mentah telah mengalami kenaikan sebesar 68%.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa peningkatan harga minyak masih berpotensi untuk berbalik arah. Tampaknya untuk saat ini trend bullish minyak belum akan menjadi hal yang berkesinambungan. Untuk saat ini harga minyak mentah masih akan mengetes level support – resistance pada kisaran 65 – 75 dolar per barel.

sumber: vibiznews.com

Emas Berkilau Cemerlang; Tembus Level $1.065

(Vibiznews - Commodity) - Harga emas pada perdagangan malam hari ini (13/10) kembali menunjukan level yang signifikan. Kisaran harga emas kini telah sukses menembus level 1.065 dollar per troy ons. Menguatnya kembali harga emas tidak terlepas oleh melemahnya pergerakan dollar terhadap euro pada malam ini.

Faktor lainnya yang membuat harga emas mengalami peningkatan ialah naiknya permintaan terhadap barang-barang perhiasan menjelang akhir tahun dan hari Natal nanti.

Euro saat ini berada pada posisi 1.4862 dollar, dengan level support sebesar 1.4760 dollar dan level resistant sebesar 1.4871 dollar. Sedangkan harga emas saat ini berada pada posisi 1065,70 dollar per troy ons, dengan level support sebesar 1050,00 dollar per troy ons dan level resistant sebesar 1068,50 dollar per troy ons.

Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan harga emas masih mungkin untuk mengalami peningkatan ke level yang lebih tinggi. Membaiknya data ekonomi Eropa diperkirakan akan semakin menekan pergerakan dollar yang akan berimbas kepada naiknya permintan akan emas.

sumber: vibiznews.com