Friday, December 9, 2011

Kopi Arabika Negatif Lagi Terserang Demam Eropa

Jumat, 09 Desember 2011 10:45 WIB

(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan di bursa ICE Futures yang ditutup dini hari tadi harga kopi arabika berjangka mengalami penurunan signifikan (09/12). Melemahnya harga kakao didorong oleh sentiment negative yang kembali dibawa oleh Eropa.

Tadi malam ECB menegaskan bahwa ada batas pembelian yang tidak akan dilewati mengakibatkan pasar harus pasrah bahwa ECB benar-benar tidak akan turun tangan lebih dalam untuk membantu perang krisis utang kawasan euro. Kondisi ini memberikan sentiment negative pada beberapa harga komoditas.

Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret 2012 tampak lagi-lagi membukukan penurunan. Kontrak komoditas paling aktif ini tampak melemah sebesar 1.2 sen (0.52%) dan ditutup pada posisi 2.2865 dolar per pon.

Kakao Berjangka Terus Turun 11 Hari Berturut-turut, Penurunan Terpanjang dalam 50 Tahun

Jumat, 09 Desember 2011 10:30 WIB

(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan di bursa ICE Futures yang berakhir dini hari tadi harga kakao berjangka mengalami penurunan tajam (09/12). Harga telah mengalami penurunan selama 11 hari berturut-turut yang merupakan fase penurunan paling panjang dalam 50 tahun belakangan. Penurunan ini dipicu oleh spekulasi bahwa pasokan dari Afrika Barat akan mengalami kenaikan tajam.

Harga kakao berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret tampak mengalami penurunan sebesar 0.5% dan ditutup pada posisi 2131 dolar per ton. Harga ini mengalami penurunan selama 11 hari belakangan, paling lama sejak Bloomberg memulai pengumpulan data di tahun 1961. Harga kakao bahkan sempat mengalami penurunan ke level 2078 dolar per ton yang merupakan harga terendah sejak November 2008.

Output kakao dari Pantai Gading, produsen kakao terbesar, diperkirakan akan mencapai 1.43 juta ton pada musim tanam berjalan. Produksi ini mengalami peningkatan sebesar 3.2% dibandingkan estimasi sebelumnya.

Sementara itu dari sisi permintaan justru diperkirakan akan mengalami penurunan. Kondisi krisi utang di kawasan Eropa berpotensi melemahkan permintaan terhadap komoditas bahan baku coklat ini.

Thursday, December 8, 2011

Gandum Melemah, AS Alami Surplus Produksi

Kamis, 08 Desember 2011 13:08 WIB
(Vibiznews - Commodity) - Harga gandum untuk perdagangan hari ini (8/12) tercatat mengalami pelemahan. Turunnya harga gandum disebabkan oleh adanya sentimen mengenai laporan Departemen Pertanian AS yang menyatakan bahwa produksi gandum negaranya akan mengalami surplus 3,4% atau 202,89 juta metrik ton selama semester kedua tahun ini.

Sedangkan disaat yang bersamaan PBB melaporkan bahwa permintaan pangan selama tahun ini mengalami penurunan sebesar 9,1%. Turunnya permintaan bahan pangan tersebut disebabkan oleh adanya tekanan inflasi di beberapa negara, salah satunya ialah China.

Gandum berjangka mengalami penurunan 41 sen menjadi 5,96 dollar per bushel. Sepanjang tahun ini harga gandum tercatat mengalami penurunan sebesar 24%.

Volatilitas Harga Emas Kembali Terjadi; Harap-harap Cemas Pemangkasan Suku Bunga Eropa

Kamis, 08 Desember 2011 10:41 WIB

(Vibiznews – Commodity) – Pergerakan harga emas hari ini cenderung volatile (08/12). Harga emas sempat mengalami kenaikan ke posisi tertinggi dalam empat hari belakangan. Akan tetapi harga tampak tertekan akibat koreksi teknikal dan aksi jual tipis yang dilakukan oleh para investor jelang penentuan suku bunga Eropa dan Inggris nanti sore.

Hari ini diperkirakan ECB akan memangkas suku bunga acuan untuk kawasan Eropa sebesar 25 bps menjadi 1%. Pasar juga masih ragu-ragu mengenai pertemuan para petinggi Eropa yang akan dilangsungkan hari Jumat besok. Turunnya harga emas pagi ini juga turut didorong oleh berkurangnya investasi dalam reksadana berbasis emas.

Pada perdagangan hari ini harga emas spot tampak sempat bergerak menguat hingga mencapai posisi 1742.60 dolar per troy ons yang merupakan posisi tertinggi sejak tanggal 5 Desember lalu. Harga emas saat ini terpantau mengalami koreksi dan berada pada posisi 1737.80 dolar per troy ons.