Sunday, November 13, 2011

Gula ICE Futures Melemah Didorong Spekulasi Kenaikan Surplus Global

Senin, 14 November 2011 09:30 WIB

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures akhir minggu lalu harga gula berjangka terpantau membukukan penurunan (14/11). Melemahnya harga komoditas ini terjadi didorong oleh sinyal bahwa kenaikan panen akan mengakibatkan peningkatan pasokan.

Panen komoditas beet di Ukraina mengalami peningkatan nyaris 29% lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, untuk bulan Oktober. Ekspor gula dari Ukraina diperkirakan akan mengalami kenaikan dua kali lipat pada musim 2011-12. Dengan tingginya pasokan dari Ukraina tersebut diperkirakan surplus gula global akan mengalami kenaikan tajam.

Harga gula kasar berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret 2012 mengalami penurunan sebesar 0.29 sen (1.54%) dan ditutup pada posisi 25.00 sen per pon. Selama satu minggu lalu harga gula mengalami penurunan sebesar 2.3%.

Lihat Analisis Vibiz Research

Harga Jagung CBOT Melemah; Peternak Ganti Pakan Ternak ke Gandum

Senin, 14 November 2011 09:15 WIB

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa CBOT  Sabtu dini hari lalu harga jagung berjangka mengalami penurunan (14/11). Harga jagung berjangka melemah karena para peternak memutuskan untuk mengganti pakan ternak dengan komoditas gandum yang harganya lebih murah.

Rata-rata harga spot untuk jagung mengalami kenaikan premium nyaris sebesar 40 sen dibandingkan harga gandum spot. Premium ini merupakan yang terbesar sejak tanggal 22 September lalu. Dengan tingginya premium terhadap gandum tersebut permintaan jagung untuk pakan ternak tampak mengalami penurunan karena para peternak beralih ke gandum.

Harga jagung berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember mengalami penurunan sebesar 1.1% dan ditutup pada posisi 6.385 dolar per bushel. Minggu lalu harga jagung mengalami penurunan mingguan sebesar 2.6%, mengakhiri rally yang telah terjadi selama lima minggu berturut-turut.

Lihat Analisis Vibiz Research

Harga Kedelai Menguat oleh Spekulasi Turunnya Produksi Kedelai AS

Senin, 14 November 2011 09:00 WIB

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa CBOT  Sabtu dini hari lalu harga kedelai berjangka mengalami kenaikan (14/11). Harga kedelai berjangka menguat di tengah spekulasi bahwa panen kedelai di AS mengalami penurunan lebih dari estimasi pemerintah. Penurunan panen ini disebabkan oleh kondisi cuaca dingin selama musim panas lalu mengakibatkan penurunan yield per hektar kawasan tanam.

Departemen Pertanian AS menurunkan proyeksi produksi kedelainya tahun ini. Produksi diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 8.5% menjadi 82.9 juta metric ton pada tahun ini. Kekeringan yang terjadi di sebagian besar kawasan tanam jagung mengakibatkan kerusakan tanaman dan menurunkan yield tanaman.

Harga kedelai berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Januari 2012 tampak membukukan kenaikan sebesar 0.7% dan ditutup pada posisi 11.755 dolar per bushel. Pada perdagangan hari sebelumnya harga jagung mengalami penurunan ke posisi 11.67 dolar per bushel yang merupakan harga paling rendah sejak tanggal 10 Oktober lalu. Minggu lalu harga jagung mengalami penurunan mingguan sebesar 3.7%.

Lihat Analisis Vibiz Research

Harga Emas Menguat Seiring Rally Pasar Saham dan Komoditas Lain

Senin, 14 November 2011 07:23 WIB

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex akhir minggu lalu harga emas mengalami kenaikan yang signifikan (14/11). Harga logam mulia menguat mengiringi rally yang dialami oleh bursa saham Wall Street dan sebagian harga komoditas lain. Keputusan senat Italia untuk menyetujui rencana pengetatan pengeluaran memberikan harapan baru mengenai penyelesaian krisis Eropa.

Harga emas mengalami kenaikan mingguan untuk tiga minggu berturut-turut. Rally mingguan ini merupakan yang terpanjang sejak bulan Agustus lalu. Imbal hasil obligasi Italia mengalami penurunan pada perdagangan Jumat malam setelah Presiden Italia meminta mantan komisioner Eropa Mari Monti untuk membentuk pemerintahan baru dan mengembalikan keyakinan pasar terhadap ekonomi Italia.

Harga emas spot mengalami kenaikan sebesar 1.3% dan ditutup pada posisi 1782.40 dolar per troy ons setelah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut sebelumnya. Sementara itu harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember tampak membukukan kenaikan sebesar 28.50 dolar dan ditutup pada posisi 1788.10 dolar per troy ons.

Lihat Analisis Vibiz Research