Monday, October 10, 2011

Minyak Mentah Menguat Lagi Lanjutkan Kenaikan Minggu Lalu

Senin, 10 Oktober 2011 10:10 WIB

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga minyak mentah mengalami peningkatan untuk empat hari berturut-turut (10/10). Harga komoditas ini mengalami kenaikan setelah adanya spekulasi bahwa permintaan akan mengalami peningkatan. Para petinggi Eropa berjanji untuk sesegera mungkin mengatasi dampak krisis utang Eropa.

Harga minyak mentah mengalami kenaikan setelah minggu lalu mengalami kenaikan mingguan terbesar dalam tujuh bulan. Kanselir Jerman Angela Merkel kemarin menyatakan bahwa para petinggi Eropa akan melakukan “segalanya yang dibutuhkan” untuk memastikan bahwa bank-bank di Eropa memiliki modal yang cukup untuk tetap beroperasi dengan sehat.

Harga minyak mentah berjangka untuk kontrak pengiriman bulan November mengalami kenaikan sebesar 99 sen dan ditransaksikan pada posisi 83.97 dolar per barel. Pada akhir perdagangan minggu lalu harga minyak mentah mengalami kenaikan mingguan sebesar 4.8% yang merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak minggu yang berakhir tanggal 4 Maret lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah akan cenderung masih mengikuti progress penyelesaian krisis keuangan di Eropa. Sementara itu faktor fundamental juga turut memegang peranan penting dalam menentukan arah pergerakan komoditas. Minyak mentah akan menemui level support – resistance pada kisaran 75 – 85 dolar.

Jagung CBOT Berakhir Turun Imbas Lesunya Komoditas

Sabtu, 08 Oktober 2011 15:00 WIB

Pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi harga komoditas cenderung mengalami penurunan (08/10). Harga sebagian besar komoditas yang diperdagangkan di bursa AS tampak mengalami penurunan seiring dengan membesarnya kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa yang akan memburuk. Kondisi ini berpengaruh dengan lebih besar dibandingkan hasil yang cukup mengesankan dari sektor tenaga kerja di AS.

Bursa saham yang berakhir terpental juga turut memberikan sentimen yang kurang baik bagi pergerakan harga komoditas di bursa AS. Kondisi ini mengakibatkan harga jagung berjangka tenggelam kembali ke teritori negatif.

Harga jagung berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember ditutup melemah 5.5 sen dan berakhir pada posisi 6.00 dolar per bushel. Sementara itu harga kedelai berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret 2012 terpantau mengalami penurunan sebesar 5.5 sen dan ditutup pada posisi 6.1275 dolar per bushel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga jagung akan cenderung masih mengikuti progress penyelesaian krisis keuangan di Eropa. Sementara itu faktor fundamental juga turut memegang peranan penting dalam menentukan arah pergerakan komoditas. Harga jagung akan menemui level support – resistance pada kisaran 5 – 6 dolar.

Friday, October 7, 2011

Harga Emas Naik Untuk 3 Hari Berturut-turut Didukung Bullish-nya Bursa Asia

Jumat, 07 Oktober 2011 11:25 WIB

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga emas terpantau mengalami kenaikan lanjutan (07/10). Harga emas menguat untuk tiga hari berturut-turut di tengah kenaikan harga logam lain, terutama perak. Kenaikan ini didorong oleh menguatnya bursa saham dan komoditas secara umum. Para pelaku pasar memandang positif rencana ECB yang akan melaksanakan program pembelian obligasi dan peningkatan pinjaman untuk perbankan di kawasan tersebut.

Pada perdagangan hari ini bursa saham Asia tampak cerah ceria dan membukukan kenaikan yang solid. Kondisi ini kembali mengembalikan sentimen beli kepada para pelaku pasar yang sempat terkena kekhawatiran krisis Eropa. Kenaikan harga emas tadi malam juga turut dipicu oleh cukup solidnya permintaan fisik.

Harga emas spot tepantau berada pada posisi 1663.00 dolar per troy ons, mengalami kenaikan dibandingkan dengan penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada di posisi 1650.70 dolar per troy ons. Harga emas berpotensi untuk mengalami kenaikan mingguan pertamanya setelah selama empat minggu berturut-turut lalu mengalami penurunan.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan cenderung masih mengikuti progress penyelesaian krisis keuangan di Eropa. Sementara itu faktor fundamental juga turut memegang peranan penting dalam menentukan arah pergerakan komoditas. Harga emas akan menemui level support – resistance pada kisaran 1550 - 1700 dolar.

Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan; Mengarah ke Peningkatan Mingguan

Jumat, 07 Oktober 2011 11:00 WIB

Pada perdagangan elektronik hari ini harga minyak mentah terpantau mengalami kenaikan lanjutan (07/10). Harga minyak mentah mengarah kepada peningkatan mingguannya untuk pertama kali setelah selama dua minggu sebelumnya mengalami penurunan. Kenaikan harga minyak hari ini didorong oleh positifnya data sector tenaga kerja AS dan harapan mengenai pemberian bantuan kepada perbankan Eropa.

Harga minyak mentah mengalami kenaikan signifikan tadi malam setelah Trichet menyatakan dalam sebuah konferensi wartawan di Berlin bahwa ECB akan kembali melakukan pembelian obligasi dan memperpanjang pinjaman untuk bank-bank untuk satu tahun ke depan. Harga minyak mentah makin melanjutkan progress kenaikannya pada perdagangan hari ini.

Harga minyak mentah berjangka untuk kontrak pengiriman bulan November mengalami kenaikan sebesar 0.3% dan terpantau diperdagangkan pada posisi 82.87 dolar per barel. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mengalami kenaikan 2.91 dolar (3.7%) dan ditutup pada posisi 82.59 dolar per barel.

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman bulan November terpantau mengalami kenaikan sebesar 0.1% di posisi 105.88 dolar setelah pada akhir perdagangan dini hari tadi menguat sebesar 3 dolar (2.9%) dan ditutup pada posisi 105.73 dolar per barel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah akan cenderung masih mengikuti progress penyelesaian krisis keuangan di Eropa. Sementara itu faktor fundamental juga turut memegang peranan penting dalam menentukan arah pergerakan komoditas. Minyak mentah akan menemui level support – resistance pada kisaran 72 – 80 dolar.