Monday, September 5, 2011

Harga Emas Makin Laju, Kembali Incar Rekor Tertinggi


Selasa, 06 September 2011 11:20 WIB

Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga emas tampak melanjutkan peningkatannya dengan cukup solid (06/09). Harga emas makin melaju kencang dan sangat dekat untuk kembali mencapai rekor tertingginya.

Hari ini harga emas tampak kembali mengincar posisi rekor tertinggi seiring dengan masih kuatnya kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa dan melambatnya ekonomi AS. Ketakutan para pelaku pasar makin nyata seiring dengan amblesnya bursa Eropa tadi malam. Perdagangan di bursa Eropa mengalami penurunan sebesar 4.1% tadi malam. Ambruknya bursa Eropa turut menular pada sesi perdagangan di Asia hari ini.

Harga emas spot saat ini berada sangat dekat dengan posisi rekor tertinggi yang dicapai tanggal 23 Agustus lalu. Saat ini harga emas spot berada di posisi 1908 dolar per troy ons, menguat dibandingkan penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada pada posisi 1899.60 dolar per troy ons.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas masih akan cenderung mengalami kenaikan hingga kembali mencetak rekor terbaru. Kenaikan harga masih dimungkinkan karena saat ini pelaku pasar masih mencari aset safe haven. Diperkirakan harga emas akan kembali mencoba menembus level 1920 dolar.

Minyak Mentah Anjlok Tajam 3.8% di Sesi Asia


Selasa, 06 September 2011 10:50 WIB

Pada perdagangan elektronik hari ini harga minyak mentah melanjutkan penurunannya (06/09). Harga minyak mentah tergerus lagi seiring dengan timbulnya spekulasi bahwa ekonomi AS masih akan melemah. Kenaikan pasokan minyak mentah juga menjadi indikasi bahwa permintaan terhadap komoditas ini akan mengalami penurunan.

Harga minyak mentah membukukan penurunan tajam pada perdagangan hari ini jelang rilis data kinerja sector jasa di AS. Sektor jasa diperkirakan akan mengalami pertumbuhan paling lambat dalam lebih dari satu tahun belakangan. Pasokan minyak mentah di AS terpantau mengalami peningkatan sebesar 2.4% pada tanggal 1 September lalu, dari tanggal 31 Agustus.

Harga minyak mentah berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Oktober mengalami penurunan sebesar 3.25 dolar (3.8%) dan ditransaksikan pada posisi 83.2 dolar per barel. Perubahan harga minyak mentah akan digenapkan pada perdagangan nanti malam karena tadi malam bursa saham dan komoditas AS libur untuk memperingati Hari Buruh.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah masih akan dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan ekonomi global secara umum. Diperkirakan minyak mentah mentah Nymex masih akan bergerak pada kisaran 80 - 90 dolar per barel.

Harga Kakao Melemah, Pengiriman dari Indonesia Turun Selama Bulan Puasa


Selasa, 06 September 2011 09:30 WIB

Pada penutupan perdagangan di bursa NYSE London harga kakao berjangka membukukan penurunan (06/09). Penurunan harga kakao ini didorong oleh cenderung turunnya penjualan kakao dari Indonesia.

Penjualan kakao dari Indonesia mengalami penurunan sebesar 46% di bulan Agustus dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya permintaan coklat di masa Ramadhan dan Idul Fitri. Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana.

Harga kakao berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember tampak mengalami penurunan sebesar 8 poundsterling (0.4%) dan ditutup pada posisi 1943 poundsterling (3129 dolar) per metric ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga kakao akan cenderung dipengaruhi oleh kondisi fundamental dari sisi permintaan dan penawaran. Sementara itu kondisi ekonomi global secara umum juga turut memegang peranan penting dalam penentuan pergerakan harga komoditas ini. 

Harga Gula Refinasi Masih Turun oleh Harapan Kenaikan Produksi Global


Selasa, 06 September 2011 09:00 WIB

Pada penutupan perdagangan di bursa NYSE London harga gula berjangka membukukan penurunan (06/09). Melemahnya harga gula disebabkan oleh trend melemah yang sedang melanda harga komoditas ini. Para pelaku pasar tampak melakukan aksi ambil untung sehingga memberikan tekanan pada harga gula.

Harga gula refinasi tampak mengalami penurunan seiring dengan tingginya produksi global. Produksi gula di Brazil dan India diharapkan mengalami kenaikan yang signifikan sehingga diprediksi tahun ini akan kembali terjadi surplus gula di dunia.

Harga gula refinasi untuk kontrak pengiriman bulan Oktober tampak mengalami penurunan sebesar 3 dolar (0.4%) dan ditutup pada posisi 750.80 dolar per ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga gula akan cenderung dipengaruhi oleh kondisi fundamental dari sisi permintaan dan penawaran. Sementara itu kondisi ekonomi global secara umum juga turut memegang peranan penting dalam penentuan pergerakan harga komoditas ini.