Jumat, 30 Desember 2011 09:45 WIB
(Vibiznews – Commodity) – Kenaikan harga minyak mentah tampak kembali mengangkat kinerja harga gula (30/12). Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah kembali mengalami kenaikan seiring dengan factor ketegangan geopolitik yang makin meningkat di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga minyak memberikan dorongan menguat bagi harga gula berjangka.
Gula merupakan komoditas yang memiliki keterkaitan dengan harga minyak mentah. Korelasi positif di antara harga kedua komoditas ini mengakibatkan harga gula turut mengalami kenaikan apabila harga minyak mentah menguat. Sentimen positif dari bursa saham AS tadi malam juga turut memberikan dorongan menguat harga gula.
Harga gula berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret 2012 mengalami kenaikan yang signifikan. Harga kontrak paling aktif ini mengalami peningkatan sebesar 1.6% dan berakhir pada posisi 23.51 sen per pon. Sepanjang tahun 2011 ini harga gula membukukan penurunan sebesar 27%.
Thursday, December 29, 2011
Kakao Makin Terpuruk ke Bawah 2100 Dolar Akibat Spekulasi Kenaikan Pasokan
Jumat, 30 Desember 2011 09:30 WIB
(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan di bursa ICE Futures yang berakhir dini hari tadi harga kakao berjangka tampak melanjutkan penurunannya (30/12). Harga kakao melemah untuk lima sesi berturut-turut di tengah sinyal bahwa pasokan akan mengalami kenaikan. Sementara itu permintaan tahun depan diperkirakan berkurang seiring dengan krisis keuangan Eropa.
Pada minggu yang berakhir tanggal 18 Desember lalu pengiriman kakao dari Pantai Gading yang merupakan produsen kakao terbesar di dunia, mengalami peningkatan sebesar 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu pembelian kakao dari Ghana mengalami kenaikan sebesar 4.3%.
Harga kakao berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret mengalami penurunan sebesar 2.3% dan berakhir pada posisi 2083 dolar per ton hari ini. Sementara itu harga kakao berjangka di NYSE London mengalami penurunan sebesar 26 poundsterling (1.87%) dan berakhir pada posisi 1364 poundsterling per ton.
(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan di bursa ICE Futures yang berakhir dini hari tadi harga kakao berjangka tampak melanjutkan penurunannya (30/12). Harga kakao melemah untuk lima sesi berturut-turut di tengah sinyal bahwa pasokan akan mengalami kenaikan. Sementara itu permintaan tahun depan diperkirakan berkurang seiring dengan krisis keuangan Eropa.
Pada minggu yang berakhir tanggal 18 Desember lalu pengiriman kakao dari Pantai Gading yang merupakan produsen kakao terbesar di dunia, mengalami peningkatan sebesar 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu pembelian kakao dari Ghana mengalami kenaikan sebesar 4.3%.
Harga kakao berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret mengalami penurunan sebesar 2.3% dan berakhir pada posisi 2083 dolar per ton hari ini. Sementara itu harga kakao berjangka di NYSE London mengalami penurunan sebesar 26 poundsterling (1.87%) dan berakhir pada posisi 1364 poundsterling per ton.
Harga Emas Berakhir Negatif, Sempat Capai Level Terendah dalam 6 Bulan
Jumat, 30 Desember 2011 09:15 WIB
(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga emas terpantau mengalami penurunan untuk empat sesi berturut-turut (30/12). Harga komoditas ini melanjutkan kenaikan dan mencapai posisi terendah dalam enam bulan belakangan. Perusahaan hedge fund besar memilih untuk melikuidasi dananya di dalam portofolio emas untuk menutupi sebagian kerugian di bursa saham dan euro.
Harga emas ditutup menguat dibandingkan dengan posisi harian terendah yang sempat dicapai. Meskipun demikian tetap berada di teritori negative. Para pelaku pasar menurunkan aksi jual setelah harga dinilai mengalami oversold. Aksi bargain hunting mulai kembali terjadi lagi setelah harga emas tembus ke bawah 1550 dolar yang merupakan level support kuat.
Harga emas spot sempat mengalami penurunan ke posisi 1522.50 dolar per troy ons yang merupakan level terendah sejak tanggal 6 Juli lalu. Harga emas spot berhasil rebound dan ditutup pada posisi 1545.30 dolar per troy ons, membukukan penurunan sebesar 10.90 dolar dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga emas terpantau mengalami penurunan untuk empat sesi berturut-turut (30/12). Harga komoditas ini melanjutkan kenaikan dan mencapai posisi terendah dalam enam bulan belakangan. Perusahaan hedge fund besar memilih untuk melikuidasi dananya di dalam portofolio emas untuk menutupi sebagian kerugian di bursa saham dan euro.
Harga emas ditutup menguat dibandingkan dengan posisi harian terendah yang sempat dicapai. Meskipun demikian tetap berada di teritori negative. Para pelaku pasar menurunkan aksi jual setelah harga dinilai mengalami oversold. Aksi bargain hunting mulai kembali terjadi lagi setelah harga emas tembus ke bawah 1550 dolar yang merupakan level support kuat.
Harga emas spot sempat mengalami penurunan ke posisi 1522.50 dolar per troy ons yang merupakan level terendah sejak tanggal 6 Juli lalu. Harga emas spot berhasil rebound dan ditutup pada posisi 1545.30 dolar per troy ons, membukukan penurunan sebesar 10.90 dolar dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Harga Minyak WTI Menguat Akibat Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
Jumat, 30 Desember 2011 09:00 WIB
(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan di bursa Nymex yang ditutup dini hari tadi harga minyak mentah mengalami kenaikan (30/12). Harga komoditas ini menguat di tengah sinyal bahwa ekonomi AS akan mampu menjadi penyelamat dan meredam dampak dari krisis utang yang menimpa Eropa. Ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah akibat pertentangan dengan Iran juga turut menjadi faktor yang mendorong kenaikan harga minyak mentah.
Harga minyak mentah mengalami kenaikan untuk tujuh kali dalam delapan sesi belakangan setelah klaim pengangguran di AS mengalami penurunan hingga mencapai level paling rendah dalam tiga tahun belakangan. Sementara itu penjualan rumah lama di AS mengalami kenaikan untuk dua bulan berturut-turut. Minggu ini Iran mengancam untuk memblokade Selat Hormuz merespon sanksi yang diberlakukan Eropa dan AS terhadap minyak dari negaranya.
Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Februari tampak mengalami kenaikan sebesar 29 sen (0.3%) dan ditutup pada posisi 99.65 dolar per barel. Harga minyak mentah telah mengalami peningkatan sebesar 9.1% tahun ini.
(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan di bursa Nymex yang ditutup dini hari tadi harga minyak mentah mengalami kenaikan (30/12). Harga komoditas ini menguat di tengah sinyal bahwa ekonomi AS akan mampu menjadi penyelamat dan meredam dampak dari krisis utang yang menimpa Eropa. Ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah akibat pertentangan dengan Iran juga turut menjadi faktor yang mendorong kenaikan harga minyak mentah.
Harga minyak mentah mengalami kenaikan untuk tujuh kali dalam delapan sesi belakangan setelah klaim pengangguran di AS mengalami penurunan hingga mencapai level paling rendah dalam tiga tahun belakangan. Sementara itu penjualan rumah lama di AS mengalami kenaikan untuk dua bulan berturut-turut. Minggu ini Iran mengancam untuk memblokade Selat Hormuz merespon sanksi yang diberlakukan Eropa dan AS terhadap minyak dari negaranya.
Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Februari tampak mengalami kenaikan sebesar 29 sen (0.3%) dan ditutup pada posisi 99.65 dolar per barel. Harga minyak mentah telah mengalami peningkatan sebesar 9.1% tahun ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)