Kamis, 01 Desember 2011 11:30 WIB
(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan sesi Asia hari ini harga emas tampak sempat berusaha untuk melanjutkan kenaikannya tadi malam (01/12). Harga emas terpantau bergerak menguat hingga mencapai ke level 1750 dolar per troy ons. Akan tetapi saat ini harga cenderung bergerak melambat dan stabil dari posisi penutupan perdagangan kemarin.
Tadi malam harga emas mengalami kenaikan tajam seiring dengan keyakinan baru mengenai proses penanganan krisis utang Eropa. Fed menegaskan bahwa biaya pinjaman dolar dari bank sentral untuk perbankan akan mengalami penurunan sebesar 50 bps menjadi 50 bps. Dolar swap lines ini akan diperpanjang hingga bulan Februari 2013. Fed mengkoordinasikan aksi ini dengan ECB, BoC, SNB, BoJ dan BoE.
Enam bank sentral ini juga menyetujui pembentukan program swap bilateral sementara sehingga pembiayaan dapat diberikan dalam setiap mata uang “apabila pasar sedang sangat membutuhkan”. Kebijakan ini juga akan berlaku hingga bulan Februari 2013.
Harga emas spot saat ini berada pada posisi 1745.90 dolar per troy ons. Posisi harga emas spot ini tidak berubah dari penutupan perdagangan dini hari tadi. Tadi pagi harga emas sempat mengalami peningkatan hingga mencapai posisi 1750.20 dolar per troy ons yang sekaligus merupakan posisi tertinggi sejak tanggal 17 November.
Lihat Analisis Vibiz Research
Thursday, December 1, 2011
Harga Minyak Mentah Makin Berjaya oleh Sentimen Positif Aksi Bank Sentral
Kamis, 01 Desember 2011 11:00 WIB
(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan elektronik hari ini harga minyak mentah mengalami kenaikan lanjutan, meskipun agak melambat (01/12). Harga minyak mentah masih bertahan di kisaran tertinggi dalam dua minggu di New York seiring dengan kembalinya keyakinan para pelaku pasar bahwa usaha-usaha penyelamatan Eropa terus berjalan.
Kabar terakhir dari usaha penyelamatan Eropa menyebutkan bahwa Enam bank sentral yang dipimpin oleh Fed melakukan aksi gabungan untuk membuat pinjaman dalam bentuk dolar bagi bank-bank makin murah dan mudah. Langkah ini ditujukan sebagai langkah darurat global dalam rangka mengatasi krisis utang Eropa.
Harga minyak mentah tadi malam mengalami kenaikan yang berlanjut hingga hari ini. Pada perdagangan hari ini harga minyak mentah mengalami peningkatan sebesar 18 sen dan ditransaksikan pada posisi 100.54 dolar per barel. Harga minyak mentah ini dini hari tadi ditutup menguat 57 sen dan ditutup pada posisi 100.36 dolar per barel. Sepanjang bulan November harga minyak menguat 7.7%.
Lihat Analisis Vibiz Research
(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan elektronik hari ini harga minyak mentah mengalami kenaikan lanjutan, meskipun agak melambat (01/12). Harga minyak mentah masih bertahan di kisaran tertinggi dalam dua minggu di New York seiring dengan kembalinya keyakinan para pelaku pasar bahwa usaha-usaha penyelamatan Eropa terus berjalan.
Kabar terakhir dari usaha penyelamatan Eropa menyebutkan bahwa Enam bank sentral yang dipimpin oleh Fed melakukan aksi gabungan untuk membuat pinjaman dalam bentuk dolar bagi bank-bank makin murah dan mudah. Langkah ini ditujukan sebagai langkah darurat global dalam rangka mengatasi krisis utang Eropa.
Harga minyak mentah tadi malam mengalami kenaikan yang berlanjut hingga hari ini. Pada perdagangan hari ini harga minyak mentah mengalami peningkatan sebesar 18 sen dan ditransaksikan pada posisi 100.54 dolar per barel. Harga minyak mentah ini dini hari tadi ditutup menguat 57 sen dan ditutup pada posisi 100.36 dolar per barel. Sepanjang bulan November harga minyak menguat 7.7%.
Lihat Analisis Vibiz Research
Harga Kakao Makin Melempem Tertekan Kondisi Fundamental yang Bearish Solid
Kamis, 01 Desember 2011 10:30 WIB
(Vibiznews – Commodity) – Pada akhir perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga kakao berjangka kembali mengalami penurunan yang cukup signifikan (01/12). Melemahnya harga komoditas ini disebabkan oleh tekanan fundamental komoditas yang menunjukkan bahwa potensi pasokan akan mengalami peningkatan.
Spekulasi bahwa pasokan kakao global akan mengalami surplus mengakibatkan harga komoditas ini terus mengalami penurunan. Kekhawatiran mengenai penurunan permintaan akibat krisis keuangan yang melanda Eropa dan melambatnya sebagian besar ekonomi global juga menjadi factor yang mendorong harga kakao terus melemah.
Harga kakao berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret di ICE Futures mengalami penurunan sebesar 15 dolar (0.65 %) dan ditutup pada posisi 2305 dolar per ton. Sementara itu harga kakao berjangka di NYSE mengalami penurunan sebesar 18 poundsterling (1.21%) dan ditutup pada posisi 1465 poundsterling per ton.
Lihat Analisis Vibiz Research
(Vibiznews – Commodity) – Pada akhir perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga kakao berjangka kembali mengalami penurunan yang cukup signifikan (01/12). Melemahnya harga komoditas ini disebabkan oleh tekanan fundamental komoditas yang menunjukkan bahwa potensi pasokan akan mengalami peningkatan.
Spekulasi bahwa pasokan kakao global akan mengalami surplus mengakibatkan harga komoditas ini terus mengalami penurunan. Kekhawatiran mengenai penurunan permintaan akibat krisis keuangan yang melanda Eropa dan melambatnya sebagian besar ekonomi global juga menjadi factor yang mendorong harga kakao terus melemah.
Harga kakao berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret di ICE Futures mengalami penurunan sebesar 15 dolar (0.65 %) dan ditutup pada posisi 2305 dolar per ton. Sementara itu harga kakao berjangka di NYSE mengalami penurunan sebesar 18 poundsterling (1.21%) dan ditutup pada posisi 1465 poundsterling per ton.
Lihat Analisis Vibiz Research
Harga Kopi Arabika Menguat Sedikit Didorong Sentimen Positif Melemahnya Dolar
Kamis, 01 Desember 2011 10:25 WIB
(Vibiznews – Commodity) - Pada perdagangan di bursa ICE Futures yang berakhir dini hari tadi harga kopi arabika berjangka tampak mengalami kenaikan sedikit saja (01/12). Di akhir bulan November harga kopi arabika menguat seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar terhadap rival-rivalnya. Dolar menguat karena enam bank sentral global melakukan langkah gabungan untuk meningkatkan likuiditas dolar di pasar global.
Melemahnya nilai tukar dolar mengakibatkan harga komoditas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi relative lebih murah bagi para pembeli luar negeri. Kondisi ini mengakibatkan permintaan terhadap komoditas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi naik, sehingga harganya juga ikut naik.
Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret 2012 tampak membukukan peningkatan meskipun hanya tipis saja. Kontrak komoditas paling aktif ini tampak menguat sebesar 9.35 sen dan ditutup pada posisi 2.305 dolar per pon.
Lihat Analisis Vibiz Research
(Vibiznews – Commodity) - Pada perdagangan di bursa ICE Futures yang berakhir dini hari tadi harga kopi arabika berjangka tampak mengalami kenaikan sedikit saja (01/12). Di akhir bulan November harga kopi arabika menguat seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar terhadap rival-rivalnya. Dolar menguat karena enam bank sentral global melakukan langkah gabungan untuk meningkatkan likuiditas dolar di pasar global.
Melemahnya nilai tukar dolar mengakibatkan harga komoditas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi relative lebih murah bagi para pembeli luar negeri. Kondisi ini mengakibatkan permintaan terhadap komoditas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi naik, sehingga harganya juga ikut naik.
Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret 2012 tampak membukukan peningkatan meskipun hanya tipis saja. Kontrak komoditas paling aktif ini tampak menguat sebesar 9.35 sen dan ditutup pada posisi 2.305 dolar per pon.
Lihat Analisis Vibiz Research
Subscribe to:
Posts (Atom)