Monday, November 14, 2011

Harga Emas Melemah Disebabkan Menguatnya Dolar di Tengah Carut-marut Eropa

Selasa, 15 November 2011 08:45 WIB

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga emas mengalami penurunan (15/11). Harga ditutup melemah akibat menguatnya nilai tukar dolar AS. Kenaikan nilai tukar dolar juga didorong oleh kembali maraknya aksi beli terhadap asset safe haven di tengah kondisi Eropa yang masih carut-marut.

Imbal hasil obligasi bertenor 5 tahun di Italia mengalami peningkatan hingga mencapai 6.29% yang merupakan rekor tertingginya sejak bulan Juni 1997. Kondisi kenaikan imbal hasil obligasi di Italia ini merupakan sinyal bahwa krisis utang di Eropa masih sangat jauh dari penyelesaian.

Harga emas mengalami kenaikan. Harga emas berjangka tampak mengalami penurunan sebesar 9.70 dolar dan berakhir pada posisi 1778.40 dolar per troy ons. Harga emas spot mengalami penurunan sebesar 0.6% dan ditutup pada posisi 1776.49 dolar per troy ons.

Lihat Analisis Vibiz Research

Harga Minyak Melempem oleh Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Italia

Selasa, 15 November 2011 08:30 WIB

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penurunan yang cukup signifikan (15/11). Melemahnya harga minyak mentah terjadi setelah imbal hasil obligasi Italia mengalami kenaikan pada lelang tadi malam. Hal ini merupakan sinyal bahwa harapan penyelesaian krisis utang Eropa dalam waktu singkat sangat sulit untuk diwujudkan.

Imbal hasil obligasi bertenor 5 tahun di Italia mengalami peningkatan hingga mencapai 6.29% yang merupakan rekor tertingginya sejak bulan Juni 1997. Harga minyak mentah sebelum kenaikan imbal hasil obligasi Italia sempat mengalami kenaikan hingga mencapai posisi tertinggi sejak tanggal 26 Juli yaitu pada harga 99.69 dolar per barel.

Harga minyak mentah berjangka Nymex untuk kontrak pengiriman bulan Desember mengalami penutupan pada posisi 98.14 dolar per barel, membukukan penurunan sebesar 85 sen. Sepanjang tahun ini harga minyak mentah telah mengalami kenaikan sebesar 7.4%. Minggu lalu harga minyak mentah mengalami kenaikan untuk enam minggu berturut-turut, naik sebesar 5% secara mingguan.

Lihat Analisis Vibiz Research

Sunday, November 13, 2011

Harga Kakao Ditutup Stagnan di ICE, di NYSE Melemah

Senin, 14 November 2011 10:00 WIB

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures Sabtu dini hari lalu harga kakao berjangka tampak mengalami penutupan yang tidak berubah dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya (14/11). Harga kakao tampak mulai memasuki fase konsolidasi setelah sempat mengalami penurunan tajam pada beberapa sesi perdagangan sebelumnya.

Harga kakao sempat mengalami kenaikan tajam setelah kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa kembali mnyeruak. Pergerakan melemah harga komoditas ini mulai mereda setelah adanya kepastia-kepastian batu mengenai penyelesaian krisis utang Eropa, terutama setelah adanya kepastian mengenai pemerintahan baru di Italia dan Yunani.

Harga kakao berjangka untuk kontrak Maret 2012 di ICE Futures tampak ditutup stagnan di posisi 2559 dolar per ton. Minggu lalu harga kakao ini membukukan penurunan mingguan sebesar 6.3% yang merupakan penurunan terbesar dalam dua bulan. Harga kakao berjangka di bursa NYSE London tampak mengalami penurunan sebesar 8 poundsterling (0.5%) dan ditutup pada posisi 1575 poundsterling per ton.

Lihat Analisis Vibiz Research

Kopi Arabika Menguat; Estimasi Produksi Diturunkan

Senin, 14 November 2011 09:45 WIB

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures akhir minggu lalu harga kopi arabika berjangka membukukan kenaikan (14/11). Harga kopi membukukan peningkatan mingguan pertamanya dalam tiga minggu belakangan setelah kelompok industry menurunkan estimasi produksi kopi arabika global karena kondisi cuaca yang kurang baik telah mengakibatkan kerusakan tanaman dan penundaan panen.

Organisasi Kopi Internasional menurunkan proyeksi produksi global pada musim tanam ini menjadi 127.4 juta  kantong dari proyeksi sebelumnya sebesar 129.5 juta kantong. Curah hujan tinggi telah mengakibatkan kerusakan tanam kopi arabika di Indonesia dan Amerika Latin.

Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret 2012 tampak mengalami kenaikan sebesar 1.7% dan ditutup pada posisi 2.373 dolar per pon. Sepanjang minggu lalu harga mengalami kenaikan mingguan sebesar 3.1%.

Ekspor kopi dari Brazil, produsen kopi terbesar di dunia, mengalami penurunan sebesar 12% di bulan Oktober lalu dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Lihat Analisis Vibiz Research