Jumat, 04 November 2011 10:20 WIB
(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan elektronik hari ini harga minyak mentah mengalami penurunan sedikit (04/11). Setelah mencapai posisi tertinggi dalam tiga bulan pada perdagangan tadi malam, hari ini harga minyak mentah mengalami koreksi yang cukup wajar dan mulai masuk ke dalam teritori konsolidasi.
Harga minyak mentah masih berada dalam trend menguat setelah tadi malam Yunani menyatakan pembatalan referendum. Yunani yang mengalami tekanan kuat dari Uni Eropa akhirnya memutuskan untuk langsung menerima persyaratan bantuan dari Uni Eropa untuk menghindar dari kemungkinan dikeluarkan dari keanggotaan.
Harga minyak mentah mengarah kepada peningkatan mingguan kelimanya berturut-turut. Kenaikan mingguan ini akan menjadi yang terpanjang sejak bulan April 2009 lalu.
Harga minyak mentah berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember tampak mengalami penurunan sebesar 22 sen dan ditransaksikan pada posisi 93.85 dolar per barel. Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah mengalami peningkatan 1.56 dolar (1.7%) dan ditutup pada posisi 94.07 dolar per barel.
Lihat Analisis Vibiz Research
Thursday, November 3, 2011
Kopi Arabika Menguat Signifikan oleh Melemahnya Dolar AS
Jumat, 04 November 2011 10:00 WIB
(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga kopi arabika berjangka mengalami kenaikan yang signifikan (04/11). Harga kopi arabika menguat dipicu oleh sentiment positif yang berkembang di antara para pelaku pasar. Tadi malam PM Yunani akhirnya menyerah dan menyatakan tidak akan melakukan referendum dan akan menerima persyaratan bantuan dari Uni Eropa.
Harga sebagian besar komoditas tampak membukukan kenaikan yang signifikan setelah kembalinya harapan mengenai proses penyelamatan Yunani. Sementara itu harga minyak mentah yang membukukan kenaikan lebih dari 1% juga turut memberikan sentiment menguat yang dibutuhkan bagi harga kopi arabika. Melemahnya dolar terhadap rival-rival utamanya tadi malam juga mengakibatkan dukungan penguatan harga komoditas ini.
Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember di ICE Futures tampak membukukan kenaikan yang cukup siginifikan. Harga komoditas ini mengalami peningkatan sebesar 2.8 sen (1.25%) dan ditutup pada posisi 2.2680 dolar per pon.
Lihat Analisis Vibiz Research
(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga kopi arabika berjangka mengalami kenaikan yang signifikan (04/11). Harga kopi arabika menguat dipicu oleh sentiment positif yang berkembang di antara para pelaku pasar. Tadi malam PM Yunani akhirnya menyerah dan menyatakan tidak akan melakukan referendum dan akan menerima persyaratan bantuan dari Uni Eropa.
Harga sebagian besar komoditas tampak membukukan kenaikan yang signifikan setelah kembalinya harapan mengenai proses penyelamatan Yunani. Sementara itu harga minyak mentah yang membukukan kenaikan lebih dari 1% juga turut memberikan sentiment menguat yang dibutuhkan bagi harga kopi arabika. Melemahnya dolar terhadap rival-rival utamanya tadi malam juga mengakibatkan dukungan penguatan harga komoditas ini.
Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember di ICE Futures tampak membukukan kenaikan yang cukup siginifikan. Harga komoditas ini mengalami peningkatan sebesar 2.8 sen (1.25%) dan ditutup pada posisi 2.2680 dolar per pon.
Lihat Analisis Vibiz Research
Kakao Berjangka Menguat oleh Dorongan Kenaikan Harga Komoditas
Jumat, 04 November 2011 09:45 WIB
(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga kakao berjangka mengalami kenaikan yang signifikan (04/11). Harga kakao menguat dipicu oleh sentiment positif yang berkembang di antara para pelaku pasar. Tadi malam PM Yunani akhirnya menyerah dan menyatakan tidak akan melakukan referendum dan akan menerima persyaratan bantuan dari Uni Eropa.
Harga sebagian besar komoditas tampak membukukan kenaikan yang signifikan setelah kembalinya harapan mengenai proses penyelamatan Yunani. Sementara itu harga minyak mentah yang membukukan kenaikan lebih dari 1% juga turut memberikan sentiment menguat yang dibutuhkan bagi harga kakao.
Harga kakao berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember di ICE Futures tampak membukukan kenaikan sebesar 51 dolar (1.9%) dan ditutup pada posisi 2739 dolar per metric ton. Sementara itu harga kakao id NYSE tampak mengalami peningkatan sebesar 28 poundsterling (1.69%) dan berakhir pada posisi 1682 poundsterling per ton.
Lihat Analisis Vibiz Research
(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga kakao berjangka mengalami kenaikan yang signifikan (04/11). Harga kakao menguat dipicu oleh sentiment positif yang berkembang di antara para pelaku pasar. Tadi malam PM Yunani akhirnya menyerah dan menyatakan tidak akan melakukan referendum dan akan menerima persyaratan bantuan dari Uni Eropa.
Harga sebagian besar komoditas tampak membukukan kenaikan yang signifikan setelah kembalinya harapan mengenai proses penyelamatan Yunani. Sementara itu harga minyak mentah yang membukukan kenaikan lebih dari 1% juga turut memberikan sentiment menguat yang dibutuhkan bagi harga kakao.
Harga kakao berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember di ICE Futures tampak membukukan kenaikan sebesar 51 dolar (1.9%) dan ditutup pada posisi 2739 dolar per metric ton. Sementara itu harga kakao id NYSE tampak mengalami peningkatan sebesar 28 poundsterling (1.69%) dan berakhir pada posisi 1682 poundsterling per ton.
Lihat Analisis Vibiz Research
Wednesday, November 2, 2011
Harga Minyak Mentah Berakhir Mixed oleh Tarik-Menarik Fed dan Yunani
Kamis, 03 November 2011 07:30 WIB
(Vibiznews – Commodity) – Pada akhir perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami peningkatan (03/11). Sebaliknya harga minyak di London membukukan penurunan. Harga minyak dunia bervariasi (mixed) karena investor kecewa oleh ketiadaan langkah-langkah stimulus baru dari Bank Sentral (the Federal Reserve/the Fed), dan kekhawatiran tentang krisis utang Yunani.
Kontrak utama New York menyangkut minyak mentah light sweet untuk pengiriman Desember 2011 naik 32 sen menjadi ditutup pada 92,51 dolar AS per barel, menghentikan secara moderat penurunan tiga sesi berturut-turut.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember tergelincir di arah lain, merosot 20 sen menjadi menetap di $ 109,34 per barel.
Setelah membuka sesi dengan kenaikan tajam segera setelah ekuitas Eropa rally, kontrak berjangka patokan New York, West Texas Intermediate mengupas keuntungan sebelum stabil di jam-jam terakhir perdagangan.
Harga khususnya kalah mundur ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menahan diri setelah pertemuan dua hari dari perubahan kebijakan moneter dan memberikan jaminan bahwa bank sentral siap untuk bertindak lebih jika kondisi membenarkan.
Meskipun para pembuat kebijakan Fed mengatakan, pertumbuhan ekonomi telah "agak menguat" pada kuartal ketiga, bank sentral memangkas proyeksi pertumbuhan 2012 menjadi antara 2,5 persen dan 2,9 persen.
Ada spekulasi bahwa pencairan pinjaman zona euro berikutnya kepada Yunani kemungkinan ditahan sampai negara itu melaksanakan rencana referendum tentang proposal bailout terbaru.
Pejabat Eropa mengatakan kepada AFP bahwa pencairan pinjaman berikutnya, yang Yunani perlukan untuk menghindari default (gagal bayar) utang awal bulan ini, sedang ditahan.
Sementara itu, laporan stok minyak mingguan Departemen Energi AS menunjukkan bahwa cadangan minyak mentah lebih dari dua kali lipat minggu lalu dan persediaan bensin tak terduga naik.
Cadangan sulingan (destilasi), termasuk diesel dan bahan bakar pemanas, jumlahnya jatuh tajam karena negara menghadapi musim dingin.
Lihat Analisis Vibiz Research
(Vibiznews – Commodity) – Pada akhir perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami peningkatan (03/11). Sebaliknya harga minyak di London membukukan penurunan. Harga minyak dunia bervariasi (mixed) karena investor kecewa oleh ketiadaan langkah-langkah stimulus baru dari Bank Sentral (the Federal Reserve/the Fed), dan kekhawatiran tentang krisis utang Yunani.
Kontrak utama New York menyangkut minyak mentah light sweet untuk pengiriman Desember 2011 naik 32 sen menjadi ditutup pada 92,51 dolar AS per barel, menghentikan secara moderat penurunan tiga sesi berturut-turut.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember tergelincir di arah lain, merosot 20 sen menjadi menetap di $ 109,34 per barel.
Setelah membuka sesi dengan kenaikan tajam segera setelah ekuitas Eropa rally, kontrak berjangka patokan New York, West Texas Intermediate mengupas keuntungan sebelum stabil di jam-jam terakhir perdagangan.
Harga khususnya kalah mundur ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menahan diri setelah pertemuan dua hari dari perubahan kebijakan moneter dan memberikan jaminan bahwa bank sentral siap untuk bertindak lebih jika kondisi membenarkan.
Meskipun para pembuat kebijakan Fed mengatakan, pertumbuhan ekonomi telah "agak menguat" pada kuartal ketiga, bank sentral memangkas proyeksi pertumbuhan 2012 menjadi antara 2,5 persen dan 2,9 persen.
Ada spekulasi bahwa pencairan pinjaman zona euro berikutnya kepada Yunani kemungkinan ditahan sampai negara itu melaksanakan rencana referendum tentang proposal bailout terbaru.
Pejabat Eropa mengatakan kepada AFP bahwa pencairan pinjaman berikutnya, yang Yunani perlukan untuk menghindari default (gagal bayar) utang awal bulan ini, sedang ditahan.
Sementara itu, laporan stok minyak mingguan Departemen Energi AS menunjukkan bahwa cadangan minyak mentah lebih dari dua kali lipat minggu lalu dan persediaan bensin tak terduga naik.
Cadangan sulingan (destilasi), termasuk diesel dan bahan bakar pemanas, jumlahnya jatuh tajam karena negara menghadapi musim dingin.
Lihat Analisis Vibiz Research
Subscribe to:
Posts (Atom)