Rabu, 02 November 2011 11:15 WIB
(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan elektronik di Asia hari ini harga emas tampak bergerak menguat tipis (02/11). Harga emas bergerak nyaris flat di tengah ketidakpastian mengenai rencana penyelamatan Eropa. Menguatnya dolar AS memberikan sentiment negative terhadap pergerakan harga emas.
Pasar saham Asia mengalami ambles seiring dengan tekanan yang dialami oleh pasar saham AS dan Eropa setelah Perdana Menteri Yunani George Papandreou pada Senin secara tak terduga mengumumkan sebuah pemungutan suara kepercayaan dan referendum nasional tentang kesepakatan utang Uni Eropa pada Kamis lalu, mengambil spekulasi politik dalam upaya untuk membungkam penentangan terhadap kebijakannya.
Harga emas spot pada perdagangan hari ini tampak masih berusaha menguat, meskipun masih sangat tipis dari posisi penutupan perdagangannya dini hari tadi. Harga emas spot mengalami kenaikan sebesar 3.5 dolar dan saat ini berada pada posisi 1723.30 dolar per troy ons.
Lihat Analisis Vibiz Research
Tuesday, November 1, 2011
Harga Minyak Makin Terbenam di Sesi Asia oleh Kembali Kacaunya Eropa
Rabu, 02 November 2011 11:00 WIB
(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan elektronik hari ini harga minyak mentah kembali mengalami penurunan (02/11). Harga minyak mentah terpental untuk empat hari berturut-turut di tengah rencana mengejutkan Yunani untuk referendum mengenai rencana "bailout" terbaru Uni Eropa membuat ketidakpastian atas upaya untuk menyelesaikan krisis utang zona euro.
Kontrak minyak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Desember tampak mengalami penurunan sebesar 1.22 dolar (1.3%) dan ditransaksikan pada posisi 90.97 dolar per barel. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah ini ditutup pada 92.19 dolar AS per barel, turun 1.00 dolar AS dari tingkat penutupan Senin.
Perdana Menteri Yunani George Papandreou pada Senin secara tak terduga mengumumkan sebuah pemungutan suara kepercayaan dan referendum nasional tentang kesepakatan utang Uni Eropa pada Kamis lalu, mengambil spekulasi politik dalam upaya untuk membungkam penentangan terhadap kebijakannya.
Berita itu mengirim pasar keuangan dalam kekacauan, karena para dealer cemas atas momok revisi "default" (gagal bayar) Yunani yang bisa melemahkan ekonomi global dan pada gilirannya mengurangi permintaan minyak.
Lihat Analisis Vibiz Research
(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan elektronik hari ini harga minyak mentah kembali mengalami penurunan (02/11). Harga minyak mentah terpental untuk empat hari berturut-turut di tengah rencana mengejutkan Yunani untuk referendum mengenai rencana "bailout" terbaru Uni Eropa membuat ketidakpastian atas upaya untuk menyelesaikan krisis utang zona euro.
Kontrak minyak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Desember tampak mengalami penurunan sebesar 1.22 dolar (1.3%) dan ditransaksikan pada posisi 90.97 dolar per barel. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah ini ditutup pada 92.19 dolar AS per barel, turun 1.00 dolar AS dari tingkat penutupan Senin.
Perdana Menteri Yunani George Papandreou pada Senin secara tak terduga mengumumkan sebuah pemungutan suara kepercayaan dan referendum nasional tentang kesepakatan utang Uni Eropa pada Kamis lalu, mengambil spekulasi politik dalam upaya untuk membungkam penentangan terhadap kebijakannya.
Berita itu mengirim pasar keuangan dalam kekacauan, karena para dealer cemas atas momok revisi "default" (gagal bayar) Yunani yang bisa melemahkan ekonomi global dan pada gilirannya mengurangi permintaan minyak.
Lihat Analisis Vibiz Research
Harga Gula Terpental Seiring Penurunan Harga Sebagian Besar Komoditas
Rabu, 02 November 2011 10:00 WIB
(Vibiznews – FX) – Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga gula berjangka mengalami penurunan (02/11). Harga gula terpukul dengan cukup signifikan. Turunnya harga gula tersebut tidak lepas dari tekanan dari luar pasar, terutama kembalinya kekhawatiran mengenai proses penyelamatan Eropa.
Dolar kembali mengalami pergerakan menguat setelah euro anjlok paskapengumuman bahwa PM Yunani akan melemparkan nasib rencana penyelamatan Yunani ke publik dalam bentuh referendum. Menguatnya nilai tukar dolar mengakibatkan harga komoditas yang diperdagangkan di AS menjadi relative lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Hal ini menyebabkan permintaan mengalami penurunan.
Harga gula berjangka untuk kontrak Desember di ICE Futures mengalami penurunan tajam. Kontrak perdagangan yang paling aktif ini membukukan pelemahan sebesar 0.43 sen (1.67%) dan ditutup pada posisi 25.34 sen per pon.
Lihat Analisis Vibiz Research
(Vibiznews – FX) – Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga gula berjangka mengalami penurunan (02/11). Harga gula terpukul dengan cukup signifikan. Turunnya harga gula tersebut tidak lepas dari tekanan dari luar pasar, terutama kembalinya kekhawatiran mengenai proses penyelamatan Eropa.
Dolar kembali mengalami pergerakan menguat setelah euro anjlok paskapengumuman bahwa PM Yunani akan melemparkan nasib rencana penyelamatan Yunani ke publik dalam bentuh referendum. Menguatnya nilai tukar dolar mengakibatkan harga komoditas yang diperdagangkan di AS menjadi relative lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Hal ini menyebabkan permintaan mengalami penurunan.
Harga gula berjangka untuk kontrak Desember di ICE Futures mengalami penurunan tajam. Kontrak perdagangan yang paling aktif ini membukukan pelemahan sebesar 0.43 sen (1.67%) dan ditutup pada posisi 25.34 sen per pon.
Lihat Analisis Vibiz Research
Kopi Arabika Alami Tekanan Jual Imbas Menguatnya Dolar AS
Rabu, 02 November 2011 09:45 WIB
(Vibiznews – FX) – Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga kopi arabika berjangka mengalami penurunan (02/11). Harga kopi arabika terpukul dengan cukup signifikan. Turunnya harga kopi arabika tersebut tidak lepas dari tekanan dari luar pasar, terutama kembalinya kekhawatiran mengenai proses penyelamatan Eropa.
Dolar kembali mengalami pergerakan menguat setelah euro anjlok paskapengumuman bahwa PM Yunani akan melemparkan nasib rencana penyelamatan Yunani ke publik dalam bentuh referendum. Menguatnya nilai tukar dolar mengakibatkan harga komoditas yang diperdagangkan di AS menjadi relative lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Hal ini menyebabkan permintaan mengalami penurunan.
Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak Desember di ICE Futures mengalami penurunan tajam. Kontrak perdagangan yang paling aktif ini membukukan pelemahan sebesar 3.3 sen (1.45%) dan ditutup pada posisi 2.2365 dolar per pon.
Lihat Analisis Vibiz Research
(Vibiznews – FX) – Pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures dini hari tadi harga kopi arabika berjangka mengalami penurunan (02/11). Harga kopi arabika terpukul dengan cukup signifikan. Turunnya harga kopi arabika tersebut tidak lepas dari tekanan dari luar pasar, terutama kembalinya kekhawatiran mengenai proses penyelamatan Eropa.
Dolar kembali mengalami pergerakan menguat setelah euro anjlok paskapengumuman bahwa PM Yunani akan melemparkan nasib rencana penyelamatan Yunani ke publik dalam bentuh referendum. Menguatnya nilai tukar dolar mengakibatkan harga komoditas yang diperdagangkan di AS menjadi relative lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Hal ini menyebabkan permintaan mengalami penurunan.
Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak Desember di ICE Futures mengalami penurunan tajam. Kontrak perdagangan yang paling aktif ini membukukan pelemahan sebesar 3.3 sen (1.45%) dan ditutup pada posisi 2.2365 dolar per pon.
Lihat Analisis Vibiz Research
Subscribe to:
Posts (Atom)