| Kamis, 04 Agustus 2011 06:35 WIB |
Pada akhir perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga minyak mentah anjlok ke posisi paling rendah dalam lima minggu belakangan di tengah kekhawatiran bahwa melambatnya pertumbuhan ekonomi di AS akan mengakibatkan turunnya permintaan minyak mentah di negara tersebut. (04/08) sumber : www.vibiznews.com |
Wednesday, August 3, 2011
Harga Minyak Mentah Makin Jeblok, Support Selanjutnya di 90 Dolar
Minyak Terus Loyo, Turunnya Daya Beli Konsumen AS
| Rabu, 03 Agustus 2011 16:20 WIB |
Pergerakan harga minyak mentah untuk sore hari ini (3/8) terpantau masih mengalami penurunan. Harga minyak terus melemah seiring dengan negatifnya kondisi fundamental ekonomi global dan pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia pada hari ini. Investor rupanya tidak berani mengambil resiko mengingat buruknya data ekonomi AS yang dirilis akhir-akhir ini. Spekulasi mengenai penurunan performa ekonomi AS di kuartal kedua semakin kental seiring dengan melemahnya data konsumen berupa data penda sumber : www.vibiznews.com |
Jagung Berjangka Meningkat, Produksi Jagung AS Menurun
| Rabu, 03 Agustus 2011 16:10 WIB |
Harga jagung pada perdagangan sore hari ini (3/8) tercatat mengalami kenaikan oleh sokongan laporan Departemen Pertanian AS yang mengabarkan bahwa produksi jagung AS sampai dengan bulan Juli sebesar 13 miliar bushel. Level tersebut lebih rendah dibandingkat prediksi sebelumnya yang memperkirakan bahwa produksi jagung sampai dengan bulan Juli diperkirakan akan menyentuh level 13,47 miliar bushel. sumber : www.vibiznews.com |
Tuesday, August 2, 2011
Emas Rebound Ditengah Negatifnya Fundamental Ekonomi Global
| Selasa, 02 Agustus 2011 15:20 WIB |
Harga minyak mentah pada perdagangan sore hari ini (2/8) tercatat mengalami kenaikan. Setelah kemarin sempat mengalami konsolidasi, pergerakan harga emas kembali rebound perlahan. Kenaikan harga emas dipicu oleh adanya kenaikan permintaan akibat melonjaknya sentimen safe haven yang dimiliki oleh emas ditengah negatifnya kondisi fundamental ekonomi global. Melemahnya data manufaktur China dan AS memberikan sentimen negatif bagi sektor riil terlebih lagi bagi ekonomi AS yang dihadapkan pada up. sumber : www.vibiznews.com |
Subscribe to:
Posts (Atom)